Minggu, 15 April 2012

Anthrax (Penyakit Sapi Gila)


  
Antraks atau anthrax adalah penyakit menular akut yang disebabkan bakteria Bacillus anthracis[bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora, [Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung ] dan sangat mematikan dalam bentuknya yang paling ganas . Pada saat ini penyakit tersebut menyerang seekor sapi dengan gejala klinis kupingnya bergetar, hipersalivasi (air liur keluar secara terus menerus), jalan terkulai dan akhirnya mati.
Sinonim mad cow, Bovine Spongiform Encephalopathy(BSE)

Cara penularan
Penyakit sapi gila dapat ditularkan sebagian besar karena pemberian pakan ternak dari daging atau tulang yang telah terinfeksi oleh penyakit sapi gila melalui pakan, juga dapat melalui peralatan kandang, kendaraan pengangkut maupun alat penggiling makanan. Selain itu penyebaran penyakit ini juga dapat ditularkan dari induk yang bunting kepada anaknya. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, berbau.

Gejala klinis
Beberapa gejala-gejala antraks (tipe pencernaan) adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah bercampur darah, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit) atau (untuk tipe kulit) seperti borok setelah mengkonsumsi atau mengolah daging asal hewan sakit antraks.

Diagnosis
• Dari gejala klinis yang nampak
• Pembuatan preparat histopatologis akan nampak gejala seperti lesi vakuolisasi pada sel otak dan terdapat sel intrasitoplasmik vakuolisasi

Pencegahan
pengawasan ketat import daging, bahan makanan dan pakan ternak dan juga pelarangan impor dari negara yang telah terdapat kasus BSEnya.

                

Anthrax adalah penyakit akut yang disebabkan oleh Bacillus anthracis. Dan mempengaruhi manusia dan hewan. Sebagian besar bentuk penyakit yang sangat mematikan. Ada vaksin yang efektif terhadap antraks, dan beberapa bentuk penyakit bereaksi terhadap perawatan antibiotik.

Seperti banyak anggota lain dari genus Bacillus, Bacillus anthracis dapat membentuk spora aktif yang mampu bertahan hidup dalam kondisi yang sangat keras dalam waktu yang lama bahkan puluhan tahun atau abad. [1] spora tersebut dapat ditemukan di semua benua, bahkan Antartika. [2] Ketika spora yang terhirup, tertelan, atau datang ke dalam kontak dengan lesi kulit pada host mereka mungkin mengaktifkan kembali dan berkembang biak dengan cepat.

Anthrax umumnya menginfeksi herbivora liar dan yang dipelihara mamalia yang menelan atau menghirup spora sementara merumput. Menelan dianggap rute yang paling umum di mana kontrak herbivora anthrax. Karnivora hidup di lingkungan yang sama dapat menjadi terinfeksi dengan mengkonsumsi hewan yang terinfeksi. Hewan berpenyakit antraks dapat menyebar pada manusia, baik melalui kontak langsung (misalnya inokulasi darah yang terinfeksi untuk kulit rusak) atau konsumsi hewan berpenyakit 'daging.

Spora anthrax dapat diproduksi secara in vitro dan digunakan sebagai senjata biologis. Anthrax tidak menyebar langsung dari salah satu hewan yang terinfeksi atau orang ke orang lain, melainkan disebarkan oleh spora. Spora ini dapat diangkut dengan pakaian atau sepatu. Mayat binatang yang mati karena Anthrax juga dapat menjadi sumber spora Anthrax.

Sejarah Anthrax

Robert Koch, seorang dokter dan ilmuwan Jerman, pertama-tama mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan penyakit anthrax pada tahun 1875. [26]-Nya kepeloporannya dalam akhir abad kesembilan belas adalah salah satu demonstrasi pertama bahwa penyakit dapat disebabkan oleh mikroba. Dalam serangkaian percobaan inovatif dia menemukan siklus hidup dan cara penularan Anthrax. Eksperimennya bukan hanya membantu menciptakan pemahaman tentang antraks, tetapi juga membantu menjelaskan peran mikroba dalam menyebabkan penyakit pada saat perdebatan masih diadakan atas generasi spontan versus teori sel. Koch melanjutkan mempelajari mekanisme penyakit lain dan 1905 dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis. Adalah hari ini Koch diakui sebagai salah satu sejarah yang paling penting ahli biologi dan pendiri bakteriologi modern.

Cara Peyebaran
Pulmonary Anthrax
Spora bakteri menyebar lewat pernapasan. Infeksi dengan cara ini sangat mematikan hampir 100% kematian.
Gastrointestinal Anthrax
Penyebaran dengan lewat pencernaan dan memakan daging yang terjangkit anthrax.
Cutaneous Anthrax
Penyebaran lewat kulit terluka. Kulit yang terinfeksi spora akan mengalami iritasi dan kulitnya menjadi hitam.
Symptoms
Setelah terinfeksi selama 1-6 hari akan muncul gejala penyakit flu seperti demam,batuk kering, dan keletihan.
Keadaan korban akan membaik setelah 2-3 hari lalu kondisi akan memburuk, kulit korban akan mulai menghitam, kesulitan bernapas dan berkeringat terus menerus . Kemudian dalam waktu 24-36 jam korban akan meninggal dunia.
Bila spora masuk melalui luka, luka akan membengkak dan menghitam.

Mekanisme Infeksi
Sel masuk ke dalam tubuh dalam bentuk Spora.
Spora kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuh.
Dalam sistem kekebalan tubuh, spora anthrax aktif dan mulai berkembang biak dan mengeluarkan 2 racun:
Edema Toxin:
Racunn yang menyebabkan makrofag tidak dapat melakukan fagositosis pada bakteri.
Lethal Toxin:
Memaksa makrofag mesekresikan TNF-alpha dan interleukin-1-beta yang menyebabkan septic shock dan akhirnya kematian. Selain itu racun ini dapat menyebabkan bocornya pembuluh darah.
Pengobatan
Anthrax dapat diobati dengan antibiotik biasa seperti:
Vancomycin
Penicillin
Ciprofloxacin
Doxycycline
Erythromycin
Selain itu vaksin anthrax dapat digunakan untuk mencegah infeksi.


Penularan BSE kepada manusia terjadi melalui konsumsi daging sapi yang terinfeksi yang kemudian menyerang jaringan syaraf manusia dalam bentuk varian Creutzfeldt Jakob Disease (vCJD) [ penurunan fungsi otak yang menyebabkan demensia dan yang paling parah] . Manusia yang terkena vCJD akan kehilangan kekuatannya, pertumbuhan badannya praktis terhenti. Penyakit ini cepat atau lambat akan merambat ke otak kemudian membuat otak manusia tidak lagi utuh, berubah seperti spons atau busa kursi yang bolong-bolong.

 telah terinfeksi dengan penyakit ini akan memperlihatkan gejala klinis awal berupa sakit kepala, ketidakseimbangan refleks berjalan, gangguan penglihatan (mata kabur), dan vertigo. [sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak ]. Juga gangguan mental berupa hilang ingatan dan perubahan mood (bisa menjadi kalem, marah atau romantis). Gejala ini muncul berkisar dua tahun sampai sepuluh tahun setelah seseorang mengkonsumsi daging sapi gila. Dalam tahap lanjut gejala tersebut berkembang menjadi tidak bisa mendengar dan tidak bisa berbicara. Sayangnya, sampai sekarang belum ditemukan obat maupun vaksin yang mampu mencegah penyakit tersebut.


Selain menular dari hewan ke manusia, mad cow bisa juga menular dari manusia ke manusia bila orang sehat mendapatkan transplantasi organ dari orang yang mengalami BSE. Sampai saat ini di Indonesia belum ditemukan adanya kasus BSE baik pada sapi maupun pada manusia. Namun demikian penyakit ini harus tetap diwaspadai karena ada kemungkinan akan masuk ke Indonesia melalui peredaran daging secara ilegal.

Sisem Pertahanan Tubuh (Imun)


sistem imun adalah suatu sistem pertahanan yang ada dalam tubuh organisme (makhluk hidup) [ kumpulan mekanisme dimana makhluk hidup melindungi diri melawan penyakit dengan mengidentifikasi/mengenal dan membunuh mikroba penyebab penyakit dan sel tumor.]

sistem imun terbagi dua berdasarkan perolehannya atau asalnya, yaitu
1. Sistem imun Non Spesifik (Sistem imun alami)
2. Sistem imun Spesifik (Sistem imun yang didapat/hasil adaptasi)

berdasarkan mekanisme kerjanya, sistem imun terbagi, yaitu:
1. Sistem imun humoral (sistem imun jaringan atau diluar sel, yang berperan adalah Sel B    "antibodi"
2. Sistem imun cellular (sistem imun yang bekerja pada sel yang terinfeksi antigen, yang berperan adalah sel T (Th, Tc, Ts)

selain itu dalam sistem imun juga dikenal:
1. Komplemem (zat glikoprotein yang berperan membantu kerja sel imun yaitu sebagai aktivator, mediator, penghancur)
2. Sitokine/limfokim (zat yang dihasilkan oleh sel sel limfosit dan beberapa sel sistem imun yang mana berperan sebagao motivator dalam sistem imun.          
Setiap makhluk hidup dibekali suatu sistem kekebalan (imunitas) tubuh. Tingkat kekebalan tubuh ini bervariasi, dari yang sangat sederhana sampai yang kompleks, seperti pada manusia.
Sistem kekebalan tubuh manusia dibagi 2, yaitu kekebalan tubuh tidak spesifik dan kekebalan tubuh spesifik. Kekebalan tidak spesifik ditujukan untuk menangkal masuknya segala macam zat dari luar yang asing bagi tubuh, yang dapat menimbulkan kerusakan tubuh (penyakit). Contohnya berbagai bakteri, virus, parasit, atau zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

Yang termasuk sistem kekebalan tubuh tidak spesifik misalnya pertahanan fisik (kulit, selaput lendir), kimiawi (enzim, keasaman lambung), mekanik (gerakan usus, rambut getar selaput lendir), fagositosis (penelanan kuman atau zat asing oleh sel darah putih), serta zat komplemen yang berfungsi pada berbagai proses pemusnahan kuman atau zat asing. Kerusakan pada sistem pertahanan ini akan memudahkan masuknya kuman atau zat asing ke dalam tubuh. Misalnya, kulit yang luka, gangguan keasaman lambung, gangguan gerakan usus, atau gangguan proses penelanan kuman atau zat asing oleh sel darah putih (leukosit).

Bila masuknya kuman atau zat asing tidak dapat ditangkal oleh daya tahan tubuh tidak spesifik, maka diperlukan sistem kekebalan tubuh dengan tingkat yang lebih tinggi atau spesifik. Kekebalan ini hanya berperan pada kuman atau zat asing yang sudah dikenal, artinya bila jenis kuman atau zat asing tersebut sudah pernah atau lebih dari satu kali masuk ke dalam tubuh manusia.

Sistem kekebalan tubuh harus selalu dalam keadaan seimbang.Jika tidak, akan terganggu.
Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh ada yang tidak diketahui dan telah ada sejak lahir (primer). Ada juga gangguan kekebalan sekunder karena faktor lain, misalnya infeksi (AIDS, campak dan lain-lain), gizi buruk, serta penyakit ganas misalnya kanker, leukemia, obat-obatan misalnya obat yang mengandung hormon kortikosteroid, obat untuk kanker, dan lain-lain.

Sebetulnya, tubuh memiliki zat yang secara otomatis akan menormalkan sistem imun.Kalau imunnya kurang maka ditingkatkan, kalau terlalu tinggi diturunkan.Di dalam tubuh, ada zat yang mempunyai sifat seperti itu. Namun, ada kalanya tubuh tak berhasil menormalkan sistem imunnya sendiri. Akhirnya, dicarilah cara menormalkan sistem imun tubuh dari luar dengan imunomodulator.

Imunomodulator adalah zat yang dapat memodulasi (mengubah atau memengaruhi) sistem imun tubuh menjadi ke arah normal. Produk imunomodulator berperan menguatkan sistem imun tubuh (imuno stimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imuno suppressan).Misalnya,diberikan bersama antibiotic.Selain sintetik, produk imunomodulator kini juga dibuat dari tanaman. Ternyata, ada tanaman tertentu yang memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh. Misalnya, daun meniran. Setelah diteliti, daun ini punya efek meningkatkan sistem imun tubuh. Sekarang sudah dibuat dalam bentuk obat. Yang harus diketahui, imunomodulator adalah obat, dan bukan suplemen yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Fungsinya pun hanya membantu meningkatkan kekebalan.

Konsumsi imunomodulator pada orang normal tidak ada gunanya, karena tubuh masih bisa menyeimbangkan sistem imun.. Sistem imun tubuh itu, kan, sama seperti organ tubuh lain, memerlukan energi. Oleh karenanya, agar sistem imun tubuh baik, gizi pun harus seimbang. Sel-sel kekebalan itu bisa bergerak, butuh makanan (energi) juga. Jadi, makan cukup protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Sama seperti fungsi organ lain.

Sistem pertahanan tubuh (atau sistem imun) adalah sistem tubuh yang khusus dirancang untuk mempertahankan diri dari masuknya benda asing, baik yang berbahaya maupun tidak.
Kerja dari sistem imun sendiri cukup menarik, dan dapat dibagi menjadi:

1. Innate immunity, atau sering disebut imunitas alamiah, merupakan mekanisme pertama yang akan terjadi saat infeksi berlangsung, terjadi secara cepat terhadap infeksi mikrobia, dan terjadi antara jam ke-0 sampai jam ke-12 infeksi.  Mekanisme tersebut melibatkan (1) penghalang fisik dan kimiawi, seperti epitel dan senyawa antimikrobia yang dihasilkan oleh sel epitel, (2) sel fagosit (neutrofil dan maktofag) dan sel natural killer, (3) protein darah, termasuk sistem komplemen dan mediator inflamasi lainnya, dan (4) protein sitokin yang mengatur sel-sel pada mekanisme ini.  Innate immunity terjadi karena tubuh dapat mengenali struktur mikroba yang masuk, bisa karena sebelumnya mikroba tersebut sudah pernah menginfeksi tubuh, atau karena struktur mikroba tersebut mirip seperti struktur mikroba lain yang pernah menginfeksi tubuh. Kelemahan dari mekanisme ini adalah tidak dapat mengenali struktur yang sama sekali baru menginfeksi tubuh. Untuk infeksi tersebut, adaptive immunity yang berperan.

2. Adaptive immunity, atau imunitas spesifik, terjadi ketika innate immunity gagal menghalau infeksi karena benda asing yang masuk memiliki struktur yang sama sekali baru bagi tubuh.  Mekanisme ini terjadi sekitar 1 hingga 5 hari setelah infeksi. Secara singkat, makanisme ini akan mencoba membuat "ingatan" baru tentang struktur benda asing yang masuk ke tubuh, kemudia bereaksi untuk menghalau benda asing tersebut. Sel yang terlibat pada mekanisme ini adalah limfosit, baik sel T limfosit maupun sel B limfosit. Adaptive immunity sendiri terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Imunitas humoral,  yaitu imunitas yang dimediasi oleh molekul di dalam darah, yang disebut antibodi.  Antibodi dihasilkan oleh sel B limfosit. Mekanisme imunitas ini ditujukan untuk benda asing yang berada di di luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). B limfosit akan mengenali benda asing tersebut, kemudian akan memproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul yang akan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) di permukaan benda asing tersebut. Kemudian antibodi akan menggumpalkan benda asing tersebut sehingga menjadi tidak aktif, atau berperan sebagai sinyal bagi sel-sel fagosit.
b. Imunitas selular, yaitu imunitas yang dimediasi oleh sel T limfosit. Mekanisme ini ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh antibodi. T limfosit kemudian akan menginduksi 2 hal: (1) fagositosis benda asing tersebut oleh sel yang terinfeksi, dan (2) lisis sel yang terinfeksi sehingga benda asing tersebut terbebas ke luar sel dan dapat di dilekati oleh antibodi.




Perhatian Khusus dari Pengaturan Perawatan Alternatif


Profesional HIM perlu merancang pendekatan yang fleksibel dalam menjamin kualitas data yang mempertimbangkan jenis fasilitas kesehatan, kebutuhan data, tingkat teknologi yang tersedia, jenis penyedia layanan kesehatan yang merupakan sumber utama dokumentasi, jenis masalah dokumentasi umum dan hasil yang berhubungan dengan dokumentasi yang hilang (misalnya, hasil dari kerugian ). Apakah ada atau tidak adanya dokumentasi lama yang seharusnya ada merupakan  sebuah keputusan yang harus dibuat oleh administrator fasilitas, staf medis atau direktur medis, dan konsultan hukum dengan nasihat dari profesional HIM. Namun, ketelitian dokumentasi pada titik perawatan harus ditegaskan.

Perawatan Rawat Jalan

Sebuah klinik rawat jalan atau
praktek dokter memiliki  kesamaan  tetapi persyaratan datanya berbeda  dan praktek dokumentasi untuk catatan daripada perawatan akut rumah sakit. Pendekatan QAI untuk review dokumentasi mungkin  lebih tepat dari penelaahan catatan harian yang sedang berlangsung pada semua kunjungan pasien. Feste menyediakan diskusi yang sangat baik yang terkait dengan proses ini dalam pengaturan rawat jalan dan memiliki sampel QAI dari yang dapat digunakan (Gambar 5-9). Banyak pusat-pusat bedah rawat jalan menggunakan manual yang sama atau sistem otomatis untuk memantau kualitas data seperti halnya fasilitas rawat inap akut.

Masalah utama yang berhubungan dengan aksesibilitas dan
kelengkapan data dalam pengaturan perawatan rawat jalan, terutama di klinik yang besar, adalah ketersediaan dari catatan pasien pada saat kunjungan. Catatan sering dibutuhkan oleh beberapa dokter dan departemen pendukung, seperti radiologi, karena pasien dapat diobati oleh lebih dari satu penyedia klinik pada hari tertentu. Pasien juga dapat dirawat selama serangkaian pertemuan yang dijadwalkan untuk hari yang berurutan atau selama beberapa hari dalam 1 minggu. Komputerisasi rekam medis pasien dapat memecahkan masalah aksesibilitas. Jika fasilitas menggunakan catatan kertas, maka sistem tersebut perlu dikembangkan untuk memungkinkan akses untuk merekam pada waktu yang tepat bagi semua orang yang membutuhkannya. Ini termasuk ketersediaan catatan untuk pertemuan yang sudah  dijadwalkan, terjadwal kunjungan, panggilan telepon pasien, perpanjangan resep, dan sebagainya. Tinjauan kali pengambilan berkas dalam sistem pencatatan kertas penting. Penggunaan teknologi untuk membantu dalam pelacakan lokasi catatan, seperti sistem kode bar, sangat penting sebagai catatan pasien menuju  ke lokasi yang berbeda pada hari yang sama.




Kekurangan Analisa

Nomor Rekam Medis :
Dokter Yang Bertanggungjawab :


Persyaratan dokumentasi Umum

Rekam medis berisi data identifikasi pasien.

Signifikan diagnosis / gejala / operasi yang masuk dalam daftar ringkasan.
obat saat ini dan masa lalu dimasukkan pada lembar pengobatan.

Entri rekam medis adalah tanggal dan ditandatangani oleh nama praktisi dan profesi.
entri catatan medis terbaca kepada personil klinis.

Ada atau tidak adanya alergi didokumentasikan di lokasi yang menonjol dan seragam.

Setiap kunjungan pasien meliputi dokumentasi dari:
• Kepala keluhan / tujuan dari kunjungan
• Sejarah dan konsisten fisik dengan keluhan utama
• Diagnosis atau kesan
• Pengobatan
• Pasien disposisi, arahan, instruksi
• Tanda tangan praktisi

catatan Imunisasi meliputi:
• Tanggal
• Vaksin nama produsen dan nomor banyak

Diagnosis laporan

Hasil tes fild berurutan. Semua hasil tes diparaf dan diberi tanggal oleh praktisi.

Rekam medis berisi bukti terhadap persetujuan tanpa paksaan terhadap kinerja dari setiap prosedur invasif.

Preanesthesia evaluasi

Evaluasi preanesthesia dicatat sebelum operasi.

Evaluasi preanesthesia meliputi dokumentasi:
• Tinjauan sejarah medis pasien
• Pengalaman sebelumnya anestesi
• Lancar obat
• Tanggal dan tanda tangan dari anestesi

Anestesi catatan

Catatan anestesi meliputi dokumentasi:
• Anestesi jenis dan metode administrasi
• Pemantauan tanda vital
• Tanggal dan tanda tangan dari anestesi

Postanesthesia catatan

Catatan postanesthesia meliputi dokumentasi:
• Waktu pemantauan berdasarkan tanda-tanda vital dan tingkat kesadaran
• Status pembalut operasi
• Status tabung
• Tanggal dan tanda tangan dari pemakaian praktisi

Operative catatan
sejarah yang tepat dan fisik merupakan bagian dari rekam medis sebelum operasi.

Laporan operasi meliputi dokumentasi:
• preoperative diagnosis
• pascaoperasi diagnosis
• Menemukan
• Teknik yang digunakan
• Spesimen dihapus
• Primer ahli bedah dan asisten
• Tanggal dan tanda tangan dokter bedah

Rekam medis termasuk dokumentasi instruksi pasca operasi diberikan kepada pasien.

Laporan phatology diajukan dalam catatan medis.




Studi Pengaturan Waktu  kegiatan dokter klinik rawat jalan di siang hari telah menunjukkan bahwa 50 persen dari waktu yang dimiliki dokter dihabiskan untuk aktivitas yang berhubungan dengan wawancara pasien, pemeriksaan, dan prosedur dan 50 persen dari sisa waktunya dihabiskan untuk meninjau catatan, mendokumentasikan catatan, dikte, dan mengkaji ulang x-ray film dan di kegiatan "rumah tangga" lain . Hal ini penting bagi HIM profesional untuk mengevaluasi praktek  dokter saat ini, meninjau sistem klinik kantor dan struktur organisasi dan memodifikasi sistem informasi untuk membantu meningkatkan efisiensi dokter dan memungkinkan janji lebih mentolerir pada siang hari, mementingkan pertimbangan pendapatan . Misalnya, satu klinik menemukan bahwa jika seorang dokter didokumentasikan dalam catatan kunjungan apa yang direncanakan nya untuk melakukan kunjungan pada pasien berikutnya, para perawat atau asisten medis bisa meninjau catatan sebelum hari pertemuan berikutnya dan akan tahu bagaimana persiapan pemeriksaan atau ruang pengobatan untuk kunjungan tersebut dan apa persediaan yang diperlukan untuk pertemuan itu,  mendorong dokter untuk mendokumentasikan perintah daripada memberi perintah verbal mengurangi perubahan untuk kesalahan oleh staf kantor. Dokter mungkin berusaha untuk menyampaikan pesan secara lisan karena waktu untuk mendokumentasi mungkin berlebihan. Profesional HIM harus mengidentifikasi sifat dari masalah, mengevaluasi sistem yang ada sekarang, dan menemukan solusi untuk masalah. Peningkatan efisiensi dokumentasi pesanan mungkin bisa dicapai dengan menggunakan cek sederhana dari bentuk kertas atau dokter dengan memiliki input data langsung  ke komputer menggunakan peralatan seperti layar sentuh atau perangkat berbasis pena.

Meskipun pengaturan perawatan rawat jalan mungkin  saat ini memiliki catatan  dalam format elektronik, sistem harus berada di tempat untuk menjamin akses yang tepat untuk arsip catatan sejarah yang dalam format kertas atau mikrofilm.

Survei wawancara terfokus dengan dokter dan staf klinik dapat menentukan kepuasan mereka dengan sistem saat ini, ide-ide mereka, kebutuhan mereka, bagaimana mereka ingin menggunakan komputer dalam praktek mereka, jenis pelatihan komputer
yang mereka suka, dan kepuasan mereka dengan transkripsi dan sistem.